Informasi lengkap dan terbaru
Artikel ini bertujuan untuk mendekonstruksi model
kepemimpinan "One Man Show" dengan meninjau kelemahan-kelemahannya dari
perspektif teologis, biblika, dan praktis. Melalui pendekatan studi literatur
terhadap berbagai sumber teologi kepemimpinan, eklesiologi, serta teks-teks
Alkitab yang relevan, penelitian ini berupaya menunjukkan bahwa pola
kepemimpinan yang terlalu terpusat pada satu figur tidak sepenuhnya sejalan
dengan prinsip-prinsip kepemimpinan yang ditemukan dalam Perjanjian Baru.
Sebaliknya, Alkitab menampilkan model kepemimpinan yang bersifat kolektif,
kolaboratif, dan memberdayakan seluruh umat Allah untuk mengambil bagian dalam
pelayanan.
Theodora Blitariyanti
Dipublikasikan 11 Jun 2026